Bengalon, IdieaNews.com – Sebagai bagian dari semangat baru yang diusung oleh pengurus KNPI Bengalon, Ketua KNPI Aprio bersama Brigade Andrie Yuniasra, S.T, mengadakan pertemuan strategis yang juga menjadi ajang silaturahmi antar pengurus dan masyarakat. Kamis 21 Agustus 2024
Dalam kesempatan ini, mereka membahas secara rinci program Tangan Pangan yang digagas oleh Komite Tani Muda (KTM), serta langkah besar yang akan diambil melalui pengelolaan lahan seluas 50 hektar.
Komite Tani Muda: Membangun Generasi Pertanian yang Unggul
Komite Tani Muda (KTM) adalah lembaga yang dibentuk di bawah Bidang Pertanian DPD KNPI Kutai Timur, bertujuan untuk memberdayakan generasi muda dalam sektor pertanian. KTM berfokus pada penjaringan, pelatihan, dan penyuluhan kepada pemuda Kutai Timur agar mereka dapat terlibat aktif dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi besar untuk mencetak petani muda yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga inovatif dan mampu memberikan solusi konkret untuk masalah pertanian.
Lahan 50 Hektar sebagai Langkah Awal Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam pertemuan tersebut, Ketua KNPI Aprio menegaskan bahwa pengelolaan lahan 50 hektar oleh KTM adalah langkah nyata untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan pertanian masa depan. Aprio juga menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu kontribusi penting dalam mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045, dengan menghasilkan petani-petani muda yang siap berkompetisi di kancah internasional.
“Lahan 50 hektar ini bukan sekadar pengelolaan pertanian biasa. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan solusi pertanian yang berkelanjutan, serta untuk memperkenalkan kepada generasi muda bahwa mereka memiliki peran besar dalam memastikan ketahanan pangan Indonesia di masa depan,” ujar Aprio dengan penuh semangat.
Kolaborasi dengan Brigade Andrie Yuniasra S.T
Dalam kesempatan yang sama, Brigade Pangan, yang memiliki keahlian dalam teknologi pangan, turut serta dalam merancang konsep pengelolaan lahan ini.
Brigade Andrie menambahkan, “Kami akan menggunakan pendekatan teknologi pertanian terbaru yang ramah lingkungan, dan pastinya mengutamakan keberlanjutan. Melalui pengelolaan lahan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pertanian modern itu efisien dan bisa memberikan dampak positif terhadap masyarakat.”
Pemuda dan Pertanian Berkelanjutan
Program ini akan melibatkan lebih banyak pemuda untuk terlibat langsung dalam dunia pertanian, yang selama ini kurang mendapat perhatian. KTM bertujuan untuk tidak hanya mengelola lahan, tetapi juga untuk memberikan edukasi serta pelatihan kepada petani muda agar mereka mampu menghadirkan inovasi-inovasi pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi
Selain mengelola lahan, KTM juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar melalui pelatihan yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Melalui program ini, diharapkan akan ada peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat yang terlibat dalam sektor pertanian, sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang mendukung kemandirian ekonomi lokal.
Visi Jangka Panjang: Petani Muda yang Siap Menghadapi Tantangan Global
Ke depan, KTM berharap program ini tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi dan keterlibatan generasi muda, KTM percaya bahwa petani-petani muda Indonesia akan siap bersaing di pasar global dan menjawab tantangan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan langkah besar ini, KNPI Bengalon dan KTM siap menggempur dunia pertanian dengan inovasi dan semangat baru. Program Tangan Pangan yang digagas akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi sektor pertanian, tetapi juga bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(*)





