Barru, IdieaNews.com – Pemerintah Kabupaten Barru patut bersyukur dan berbangga. Kabupaten Barru menjadi salah satu dari tujuh daerah di Sulawesi Selatan yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program Rintisan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025–2026. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia agar Sekolah Rakyat dapat mulai beroperasi sebelum pembangunan gedung permanennya rampung.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., dalam keterangannya kepada media, Selasa (15/7/2025). Menurutnya, program rintisan ini menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk mempercepat pemerataan pendidikan berbasis pemberdayaan dan kepedulian sosial.
” Rintisan ini bukan program mandiri, tetapi bagian dari tahapan menuju Sekolah Rakyat permanen. Jika daerah sudah memulai rintisan, maka logikanya akan ada kesinambungan ke pembangunan fisik. Dan alhamdulillah, Barru termasuk yang diprioritaskan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program rintisan, pemerintah memanfaatkan gedung atau fasilitas yang sudah tersedia, baik milik kementerian maupun pemerintah daerah. Untuk Kabupaten Barru, kegiatan belajar mengajar akan dimulai di gedung SMP Negeri 17 Barru yang berstatus boarding school (sekolah berasrama). Sementara itu, siswa SMP 17 yang lama akan dialihkan untuk sementara ke Balai Latihan Kerja (BLK) Barru, sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan fasilitas.
“Gedung SMP Negeri 17 Barru akan segera direnovasi dengan anggaran pusat sekitar Rp2,23 miliar, termasuk perbaikan sarana-prasarana, mebeler, dan perlengkapan belajar,” tambah Kadis Sosial.
Adapun kuota yang diperoleh Kabupaten Barru dalam program ini terdiri atas empat rombongan belajar (rombel): dua rombel untuk jenjang SD dan dua rombel untuk jenjang SMP.
Meskipun demikian, pelaksanaan di lapangan tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah pemenuhan kuota siswa untuk jenjang SD. Banyak orang tua masih ragu melepas anaknya sekolah dalam sistem berasrama. Karena itu, saat ini Pemkab Barru memfokuskan upaya pada sosialisasi dan rekrutmen siswa SD.
“Untuk SMP, relatif lebih mudah karena sudah ada calon dari kawasan Tompo-Lemo-Lemo dan dari keluarga prasejahtera. Insya Allah, kuota akan segera terpenuhi, khususnya jenjang SD,” tutup Andi Syarifuddin.
Dengan dimulainya program rintisan ini, diharapkan Kabupaten Barru segera menjadi tuan rumah pembangunan Sekolah Rakyat permanen, sebagai bentuk nyata komitmen daerah dalam mendukung program strategis nasional di bidang pendidikan.(*)





