Enrekang, IdieaNews.com – Lembaga Massenrempulu Research Centre (MRC) sukses gelar Pemutaran dan Bedah Film Dokumenter “Jejak dan Warisan Kejayaan Kalosi Kabupaten Enrekang.” Di Aula Mesjid Nurhidayah Kalosi, Sabtu (01/11/2025). Lembaga tersebut mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XIX melalui program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan 2025.
Beragam suport dan testimoni langsung dari berbagai tokoh, salah satunya pak Dr. H. Muh. Ichsan Mustari MHM, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sambutan dari Dr. H. Saharuddin, S.T, M.M anggota DPRD Provinsi menyampaikan bahwa “Ia akan berkomitmen mendukukung kegiatan-kegiatan anak muda dan mensupport langsung kelanjutan kegiatan ini.”
Kegiatan yang dibuka oleh pak asisten II Enrekang Gaswan, S.I., M.PD yang mewakili bupati Enrekang di sambut positif oleh seluruh audiens.
Sementara yang tidak kalah menarik di Bedah film kali ini, karena di pandu langsung oleh Dr. Sahrul, S.Pd.I, M.Pd dosen pasca sarjana Universitas Negari Makassar (UNM).
Narasumber sekaligus keynote speaker dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yaitu Abd. Karim, M. Hum. Dalam materinya memberikan gambaran bahwa sejarah bukan hanya sekedar bicara masa lalu tapi sejarah juga harus bisa dijadikan dasar dalam pembangunan.
“Pembangunan bukan hanya sekedar bangun jalan dan infrastruktur tapi pembangunan mental yang utama. Seperti terlihat dalam gambar dokumen Belanda banjir di sekitar pinggir sungai Mata Allo, pemerintah bisa membuat perencanaan tata kelola ruang untuk tidak membuat bangunan di sekitar sungai Mata Allo karena ada dokumen yang membuktikan. Inilah yang dimaksud bahwa sejarah sangat penting dalam pembangunan suatu daerah.” Terangnya.
Salah satu putra Kalosi juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Ir. H. Anwar Madani, M. Si., IPM yang menjabat juga di BAPPELITBANG Provinsi Sulawesi Selatan. Beliau menyampaikan bahwa, kita sudah memiliki nama besar tapi kenapa kita tidak bisa memanfaatkan. Malah kabupaten tetangga mampu memanfaatkan nama besar kita yaitu Kalosi itu sendiri.
“Pemerintah daerah harus terlibat dalam penyatuan persepsi dalam pengembangan potensi daerah. Sehingga pelaku UMKM dapat merasakan dampak secara langsung.” Tegasnya.
Setelah kegiatan inti dilaksanakan ada juga penanaman pohon Kalosi secara simbolis di halaman masjid Nurhidayah Kalosi yang dilakukan oleh wakil ketua DPRD Enrekang, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Enrekang dan tokoh-tokoh masyarakat serta dihadiri juga adik-adik duta pelajar Enrekang dan duta sosial Sulselbar.
Ini menandakan akan memulai kembali membangkitkan semangat dalam pembangunan kejayaan Kalosi. Menjadikan Kalosi sebagai daerah sporting destinasi.
Reporter : Mantra Langit




