Palu, IdieaNews.com – Jumat (31/10/2025) malam di Solara Coffee, Kota Palu, Sulawesi Tengah menjadi saksi hangatnya persaudaraan yang tak lekang oleh waktu. Di tengah aroma kopi dan tawa saudara lama, hadir Herul, pendiri sekaligus anggota bernomor 001 dari Satria FU 150 Barru Community (FBC). Ia datang seorang diri bukan untuk acara besar, melainkan untuk hal yang lebih bermakna: menjaga silaturahmi dengan keluarga besar FFC Palu dalam semangat 15 tahun kebersamaan yang terjalin di bawah naungan Satria Club Indonesia (SCI).
Kedatangan Herul menjadi kejutan bagi rekan-rekan FFC Palu, yang menyambutnya dengan penuh kehangatan. Tak ada panggung, tak ada seremoni, hanya pelukan, tawa, dan nostalgia yang menghidupkan kembali kenangan lama di antara dua komunitas yang telah lama bersaudara.
Dalam obrolan santai malam itu, Herul mengenang masa-masa awal berdirinya FBC Barru. Ia mengakui,
“Meskipun FBC tidak seaktif dulu, tapi semangat dan rasa persaudaraan itu masih tetap hidup. Sekarang sebagian besar member sudah berkeluarga, punya kesibukan masing-masing, tapi hubungan kami tidak pernah putus.”
Baginya, yang paling berharga dari komunitas ini bukan sekadar konvoi atau kumpul, tapi nilai kebersamaan dan loyalitas yang terus terjaga. FBC Barru telah menjadi bagian dari keluarga besar Satria Club Indonesia (SCI), yang menanamkan semangat solidaritas antar sesama biker di seluruh Indonesia.
“Lima belas tahun bukan waktu yang sebentar. Tapi selama kita masih saling mengingat dan menghargai, artinya persaudaraan ini masih hidup,” ujar Herul dengan senyum hangat.
Sementara itu, Fandi, salah satu pendiri FFC Palu, menuturkan bahwa hubungan antara FFC dan FBC lebih dari sekadar ikatan dalam SCI.
“Bagi kami, FBC bukan cuma saudara satu payung, tapi bagian dari perjalanan hidup. Persaudaraan ini tidak hanya di dalam SCI, kami juga selalu mengusung semangat brotherhood untuk semua club motor lain. Karena pada dasarnya, kita semua satu jalan, satu rasa,” ucap Fandi dengan tulus.
Ia menambahkan, baik FFC Palu maupun FBC Barru sama-sama berkomitmen menjaga citra positif komunitas motor.
“Kami bukan geng motor seperti yang kadang disalahpahami. Kami keluarga besar pengendara yang menjunjung disiplin, etika, dan kepedulian di jalan,” tambahnya.
Menutup malam yang penuh keakraban itu, Fandi tak lupa menyampaikan ucapan hangat untuk saudaranya di Barru:
“Selamat ulang tahun yang ke-15 untuk FBC Barru. Semoga tetap solid ” ucapnya disambut tepuk tangan kecil dan senyum penuh persaudaraan.
Malam itu, di sudut Solara Coffee, mereka menegaskan kembali makna sejati dari perjalanan 15 tahun ini bahwa persaudaraan tak diukur dari jarak atau waktu, tapi dari niat tulus untuk tetap menjaga kebersamaan.
Reporter : Andi Rizaldy





