Oleh: Sulhan
Makassar, IdieaNews.com – Krisis kemanusiaan dan ketimpangan ekonomi akibat kapitalisme-neoliberal membutuhkan solusi konkret, bukan sekadar romantisme sejarah. Bagi kader HMI, jawabannya adalah Revitalisasi NDP yang dikontekstualisasikan dengan Wawasan Nusantara 5.0. Kini, perjuangan kita bukan lagi soal batas wilayah di peta, melainkan kedaulatan mental dan digital di tengah arus teknologi.
Kepemimpinan profetik adalah kunci untuk mengembalikan kedaulatan bangsa. Namun, perlu ditegaskan bahwa kepemimpinan ini bukanlah politik praktis yang menghalalkan segala cara. Bagi kader HMI, kemenangan tanpa etika adalah pengkhianatan terhadap NDP. Rekayasa sosial yang kita lakukan harus mampu menyuntikkan nilai kemanusiaan ke dalam algoritma dan kebijakan digital, agar teknologi tidak menjadi alat penindasan baru.
Secara ideologis, integrasi nilai Keislaman, Keindonesiaan, dan Pancasila sudah final sebagai landasan perjuangan. Tantangan nyata saat ini adalah membangun Arsitektur Teknologi kaderisasi yang mampu melahirkan intelektual yang tidak hanya jago berwacana, tetapi juga cakap mengeksekusi perubahan.
Jika kualitas Indonesia diukur dari ideologi kadernya, maka setiap kader HMI harus menjadi teknokrat yang ideologis: menguasai instrumen modernitas namun tetap setia pada misi ketauhidan. Inilah jalan untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridai Allah di tengah disrupsi zaman.(*)




