MCI Gelar Buka Puasa Bersama di Makassar: Menguatkan Spiritualitas, Intelektualitas, dan Kolaborasi Pemuda Massenrempulu di Bulan Ramadan – Idiea News

MCI Gelar Buka Puasa Bersama di Makassar: Menguatkan Spiritualitas, Intelektualitas, dan Kolaborasi Pemuda Massenrempulu di Bulan Ramadan

Makassar, IdieaNews.com – Dalam rangka menguatkan dimensi spiritual dan intelektual umat di bulan Ramadan, Maspul Care Indonesia (MCI) sukses menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama yang dirangkaikan dengan penyampaian tausiyah keagamaan bernuansa reflektif dan edukatif. Kegiatan ini berlangsung di Aula Asrama Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM), Jalan Perintis Kemerdekaan VII, Makassar, Jumat (20/02/2026).

Kegiatan bertajuk Merajut Silaturrahim ini dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi asal Massenrempulu. Di antaranya Dr. A. Saharuddin Mawaka, S.Hi., M.Si., yang hadir sebagai penceramah utama. Turut hadir pula Dr. Abd Karim, S.E., M.M. dan Hardianto Hawing, S.T., M.A., yang merupakan Dewan Pembina MCI. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia, Prof. Aktsar Roskiana Ahmad, S.Farm., M.Farm., Ph.D.

Dalam tausiyahnya, Saharuddin Mawaka menekankan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah ritual, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran intelektual dan etos keilmuan. Ia mendorong para hadirin yang didominasi pemuda dan pemudi Massenrempulu untuk menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam berpikir kritis, bersikap ilmiah, serta berinovasi menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, generasi muda harus mampu memadukan spiritualitas, intelektualitas, dan kepekaan sosial agar tidak tercerabut dari akar budaya sekaligus relevan dengan perkembangan global.

Sementara itu, Ketua Umum MCI, Abd Kadir S, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor organisasi yang berasal dari bumi Massenrempulu. Ia menyampaikan bahwa pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya generasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang terencana, intensif, dan berkelanjutan.

Dalam penyampaiannya, Abd Kadir S mengaitkan semangat kolaborasi tersebut dengan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya prinsip ta’awun (saling tolong-menolong dalam kebaikan), sebagai landasan etik dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar MCI yang dideklarasikan pada Januari lalu dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan. MCI diharapkan menjadi ruang kolaboratif yang tidak hanya bergerak pada kegiatan karitatif, tetapi juga pada kerja-kerja strategis yang mendorong peningkatan kapasitas intelektual, karakter, dan kepemimpinan generasi Massenrempulu.

Melalui kegiatan ini, MCI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang silaturahmi yang produktif, reflektif, dan berorientasi pada penguatan nilai spiritual, akademik, serta sosial sebagai fondasi pembangunan manusia dan daerah yang berkelanjutan.

Reporter: Mantra Langit

Scroll to Top